Posts Tagged "Risk Management"

Membangun Manajemen Risiko Perpajakan

Posted by on Aug 11, 2011 in Useful Articles | Comments Off on Membangun Manajemen Risiko Perpajakan

KASUS pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menjadi antiklimaks bagi kampanye ”Ayo. . . Ngisi SPT Tahunan PPh”. Kasus itu sesungguhnya merupakan sebuah risiko.

Selama ini manajemen risiko lebih dikenal dalam industri perbankan. Apakah perpajakan nasional belum menerapkan manajemen risiko? Kalau belum, kini saatnya yang tepat untuk melakukannya. Apa manfaat manajemen risiko? Dengan Surat Edaran No BI No 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa bank nasional harus menerapkan manajemen risiko terhitung yang wajib dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang dikemukakan dalam action plan atau paling lambat 31 Desember 2004. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko perbankan nasional.

Manfaat

Manajemen risiko sebenarnya dapat pula diterapkan di berbagai bidang termasuk perpajakan. Manajemen risiko mempunyai tujuan tunggal yaitu menekan risiko yang meliputi aneka manfaat yakni Pertama, mampu memberikan informasi dan perspektif kepada manajemen tentang semua profil risiko, perubahan mendasar mengenai produk dan pasar, serta lingkungan bisnis dan perubahan yang diperlukan dalam proses manajemen risiko.

Kedua, mampu menyampaikan isu sentral tentang formulasi kebijakan manajemen risiko dan review-nya. Ketiga, mampu menghitung dan mengukur besarnya risk exposure. Keempat, mampu menetapkan alokasi sumber-sumber dana sekaligus limit risiko dengan lebih tepat. Kelima, mampu menghindari konsentrasi portofolio yang berlebihan. Keenam, mampu membuat cadangan yang memadai untuk mengantisipasi risiko yang sudah diukur dan dihitung. Dan Ketujuh, mampu menghindari potensi kerugian yang relatif lebih besar.

Dari tujuh manfaat itu, hanya manfaat kelima, yakni “mampu menghindari konsentrasi portofolio yang berlebihan”, yang tidak sesuai. Dengan bahasa lebih terang, enam manfaat lainnya sangat relevan untuk diterapkan. Dalam perpajakan nasional, risiko operasional (operational risk) paling relevan untuk diterapkan dibandingkan dengan risiko pasar (market risk), risiko kredit (credit risk), dan risiko likuiditas (liquidity risk). Lalu, apa itu risiko operasional? Michel Crouhy dan Galai & Robert Mark (2000) mendefinisikan risiko operasional sebagai risiko yang berkaitan dengan operasional bisnis. Risiko ini meliputi dua komponen risiko.

Pertama, risiko kegagalan operasional (operational failure risk) atau risiko intern terdiri dari risiko yang bersumber dari sumber daya manusia, proses, dan teknologi. Kedua, risiko strategi operasional (operational strategic risk) atau risiko ekstern yang berasal dari faktor-faktor antara lain politik, pajak, regulasi, pemerintah, masyarakat, kompetisi. Yang jadi pertanyaan, risiko operasional apa saja yang dihadapi perpajakan nasional? Ada beberapa risiko yang dihadapi, seperti risiko karyawan (people risk). Konkretnya, persis seperti kasus pajak yang diduga melibatkan Gayus Halomoan Tambunan.

Salah satu potensi risiko adalah pada sengketa pajak. Sengketa pajak adalah sengketa yang timbul dalam bidang perpajakan antara wajib pajak atau penanggung pajak dengan pejabat yang berwenang sebagai akibat dikeluarkannya keputusan yang dapat diajukan banding atau gugatan kepada Pengadilan Pajak. Hal itu diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan termasuk gugatan atas pelaksanaan penagihan berdasarkan Undang-Undang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (UU Pengadilan Pajak Nomor 14 Tahun 2002 pasal 1). Dalam hal ini, dituntut karyawan yang bukan hanya ahli dalam bidangnya tetapi juga berintegritas tinggi. Mengapa? Karena, di sana tersimpan berlaksa godaan yang bisa timbul dari wajib pajak dan/atau pejabat pajak. Kemudian, risiko reputasi. Apa itu risiko reputasi?

Risiko reputasi merupakan risiko yang antara lain disebabkan publikasi atau persepsi negatif terkait dengan aktivitas bisnis. Risiko tersebut tidak terkait langsung dengan kerugian finansial. Tetapi, lebih sulit diselesaikan dan makan waktu lama. Tanpa disadari, Ditjen Pajak kini sedang menderita risiko reputasi yang berawal dari risiko operasional, berupa main mata beberapa karyawannya. Risiko reputasi juga dapat berbentuk keengganan wajib pajak untuk mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT). Hal itu merupakan penurunan tingkat kepercayaan masyarakat luas terhadap kinerja instansi tersebut. Sejatinya, Ditjen Pajak sudah menyadarinya dengan slogannya, ”Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”.

Alternatif Solusi

Agar potensi risiko bisa ditekan, maka sudah saatnya menerapkan manajemen risiko. Ditawar lagi, karena perpajakan nasional wajib menerapkan manajemen risiko untuk menekan potensi risiko sedemikian rendah. Bukan hanya mereka yang berhadapan langsung dengan wajib pajak yang harus memiliki kesadaran risiko untuk menuju budaya risiko. Namun, dari manajemen puncak hingga karyawan terendah.

Upaya kedua adalah revitalisasi budaya kerja. Sudah sepatutnya perpajakan nasional melakukan revitalisasi budaya kerja. Menurut Kamal Fatehi dalam International Management (1996), budaya kerja dapat dideteksi dari tiga level. Pertama, perilaku dan perwujudan yang jelas seperti artifak dan literatur seperti pakaian seragam. Kedua, tata nilai yang harus dijalankan seperti promosi dari dalam. Ketiga, asumsi dasar dan caracara yang benar untuk mengatasi lingkungan misalnya pilihan dan strategi dalam menghadapi persaingan. Intinya, revitalisasi budaya kerja bertujuan mengangkat dan mempertajam profesionalisme, tingkat kepercayaan publik, pelaksanaan tata perilaku (code of conduct), dan kompetensi. Budaya kerja juga memperkuat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG).

Aroma wangi budaya kerja antara lain tampak pada perilaku karyawan dan pimpinan dalam menjalankan organisasinya. Alhasil, wajib pajak akan senang hati melunasi pajaknya. Dan tax ratio yang mencapai 13,8% pada 2009 terhadap produk domestik bruto (PDB) bakal terus meningkat. (*)

PAUL SUTARYONO
Pengamat Perbankan

<sumber berita>  <Info terkait: Manajemen Risiko Perpajakan >

Read More

Enterprise Risk Management (ERM) for Internal Auditor

Posted by on Feb 22, 2011 in Internal Audit, Risk Management | 1 comment


Practitioners of Enterprise Risk Management are quick to describe the many benefits implementing the ERM framework has brought to their organization and the audit process. But many non-practitioners simply don’t know how to get started with or how to make the most of ERM. And that’s what this seminar is all about.

Through lectures, case studies, group discussions, practical exercises, self-assessments, and feedback from the facilitator, participants will improve their understanding of ERM and the COSO ERM Framework, while coming up to speed with current issues, challenges, and emerging practices regarding risk management, control, and governance processes. This dynamic workshop is ideal for auditors beginning the enterprise risk management process, as well as ERM implementation team leaders and members, and auditors at all levels who are interested in or contemplating implementation of ERM.

Pelatihan untuk Anda:

  • Auditor Internal yang ingin memahami dasar-dasar ERM dan COSO-ERM Framework terbaru
  • Auditor Internal yang ingin menyegarkan pengetahuannya dalam penerapan manajemen risiko yang efektif
  • Para Manajer dan eksekutif yang ingin memperluas pengetahuannya dalam mengimplementasikan ERM secara efektif
  • Enterprise risk management implementation team leaders and members.

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  • Improve your understanding of Enterprise Risk Management (ERM).
  • Broaden your risk assessment perspective to cover all significant internal and external business risks.
  • Benchmark, or reinvent, your risk management tools and practices.
  • Understand the new COSO ERM Framework.
  • Gain an understanding of current issues, challenges, and emerging practices regarding risk management, control, and governance processes

Pokok-Pokok Bahasan

  1. Understanding Enterprise Risk Management (ERM)
    • COSO’s ERM – Integrated Framework
    • Internal audit’s role in risk management
    • ERM implementation strategy
  2. ERM Essentials
  3. Internal Environment
    • Internal environment factors
    • A closer look at philosophy, appetite, and culture
    • Readiness check for your organization
    • ERM tools and examples
  4. Risk Identification and Assessment
    • Objectives of risk identification and assessment factors
    • Build your own risk categories
    • Methodologies and techniques: COSO, case studies, control self-assessment
  5. Risk Responses
    • Control activities and risk response factors
    • Risk management strategies
    • Control frameworks
  6. Risk Monitoring
    • Internal control and risk monitoring factors
    • ERM and governance
    • Risk reporting and risk profile
  7. Course summary & discussion of key points

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat/unduh brosurnya di Enterprise Risk Management (ERM) for Auditor.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Bila membutuhkan pelatihan dalam bentuk Inhouse Training silahkan download IHT Request Form dan dikirim kembali kepada kami melalui Fax/email setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel/SMS/Fax yang tercantum di brosur atau email: lpai.indonesia<at>gmail.com
Read More

Project Risk Management (PRM)

Posted by on Feb 8, 2011 in Project Management, Risk Management | 1 comment


Pembangunan gedung kantor, pembangunan dan perluasan pabrik, pengadaan dan penggantian peralatan mesin,  pengembangan sistem dan jaringan distribusi serta pengembangan sistem dan aplikasi teknologi informasi merupakan bagian dari proyek-proyek investasi yang umum dijalankan perusahaan. Proyek-proyek dimaksud mempunyai arti yang sangat penting dalam berbagai aspek bagi perusahaan. Pertama, dana yang diinvestasikan biasanya sangat besar dan melibatkan pembiayaan yang bersumber dari modal sendiri dan dana pinjaman dari pihak ketiga. Kedua, revenue dan penghematan biaya yang diharapkan dapat dihasilkan dari proyek sangat signifikan untuk peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Ketiga, apabila terjadi kegagalan akan mengakibatkan dampak negatif yang sangat besar bagi perusahaan.

Mengingat arti  penting yang sangat besar  bagi perusahaan,  project risk management  perlu dijalankan secara efektif dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, pengerjaan, pengawasan dan serah terima proyek sampai kepada pemanfaatan proyek tersebut dalam kegiatan operasional perusahan.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini dimaksudkan untuk membantu perusahaan dalam mengefektifkan penerapan project risk management utamanya dalam:

  • mempersiapkan kajian kelayakan yang akurat atas perencanaan proyek;
  • mendapatkan mitra yang tepat dalam pendanaan dan pelaksaaan proyek;
  • meyakinkan pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan perencanaan dan kajian yang telah disusun;
  • mengantisipasi dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul sehingga proyek dapat tetap berjalan dan memberikan manfaat seperti yang diharapkan.

Siapa yang Menjadi Peserta?

  • Manajer dan Staf perusahaan yang terlibat dalam pengelolaan proyek dan/atau pengelolaan risiko, Eksekutif/Staf Profesional yang ingin mengetahui seluk-beluk proyek dan manajemen risiko serta pemilik perusahaan yang mengelola sendiri perusahaannya atau eksekutif perusahaan yang terlibat dalam pengambilan keputusan manajemen.

Pokok-Pokok Bahasan

Materi pelatihan meliputi pembahasan aspek konsep, teknik dan contoh praktek project risk management yang meliputi:

  1. Risk Management Framework
    • General framework and approach to risk management
    • General understanding of  project cycles  and steps
    • General understanding of project risks
    • Core project risk management processes
  2. Risk Management Plan
    • Methodology;
    • Roles & responsibilities
    • Budgeting;
    • Timing categories
    • Definitions of risk probability and impact;
    • Probability Impact Matrix; g. Stakeholders’ tolerances
    • Reporting formats; i. Tracking
  3. Risk Identification
    • Defining Risk;
    • Capture the Statement of Risk;
    • Capture the Context of the Risk
  4. Qualitative and Quantitative Risk Analysis
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output
  5. Risk Response Planning
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output
  6. Risk Monitoring and Control
    • Inputs;
    • Tools and Techniques;
    • Output

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat/unduh brosurnya di <Project Risk Management (PRM)> atau disini.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Bila membutuhkan pelatihan dalam bentuk Inhouse Training silakan download IHT Request Form dan dikirim kembali kepada kami melalui Fax/email setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel/SMS/Fax yang tercantum di brosur atau email: beproseminars<at>gmail.com
Read More

Operational Risk Management

Posted by on Feb 7, 2011 in Operation Management, Risk Management | 1 comment

The Problem of Risk

Dalam proses bisnis, resiko merupakan suatu keniscayaan. Risiko tidak dapat dieliminasi dari proses perdagangan, operasional dan siklus pengendalian, dimana tanpa berani mengambil risiko boleh jadi kita tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena itu – untuk mencapai keberhasilan – perusahaan harus mengefektifkan pengendalian risiko operasional secara maksimal.
Operational Risk is present in many different forms and small problems can quickly escalate into major losses if not prevented at source. Any effective control system must therefore be preventive as well as reactive and must cover all areas of the company’s operations.

Course Objectives

  • This unique training workshop addresses the fundamental causes of risk and provides the delegate with a simple, Systematic Control and Management Program to achieve control.

Course Benefits

  • Find a systematic and simple way to solve your most difficult problems
  • Understand the crucial role of a responsible management philosophy in controlling risk
  • Develop the skills to provide focused information media which will provide the catalyst for effective risk control
  • Recognize the value of an experienced and well motivated Operational Risk team
  • Learn how to focus on those few important areas, rather than get bogged down with trivia

Course Outline

  1. Defining Operational Risk
  2. The Role of Quality in Controlling and Reducing Risk
  3. The Role of Responsibility Management
  4. Organization and Reporting Lines
  5. Systematic Control Process
  6. The BIS/BASEL Accord as it relates to Operational Risk
  7. Controlling Costs and Losses
  8. The Use of Limits as a Control Mechanism
  9. Reconciliation’s, Unmatched and Investigations
  10. The Role of Management Information in Controlling Risk
  11. The Systematic Control Process Workshop
  12. Hedging to Reduce Risk
  13. Portfolio Controls
  14. Auditors:  How to optimize the use of auditors as part of the control process
  15. The Role of the Middle Office in Controlling and Mitigating Risk

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat/unduh brosurnya di <Operational Risk Management>.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Bila membutuhkan pelatihan dalam bentuk Inhouse Training silakan download IHT Request Form dan dikirim kembali kepada kami melalui Fax/email setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel/SMS/Fax yang tercantum di brosur atau email: beproseminars<at>gmail.com
Read More

Financial Risk Management

Posted by on Feb 7, 2011 in Finance Accounting, Risk Management | 1 comment


Kerugian dari kegagalan mengantisipasi resiko financial dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Oleh karenanya pendekatan pengelolaan risiko pada saat ini berkembang secara pesat, baik pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Bagi entitas business atau finance professional, pengetahuan tentang pengelolaan risiko financial ini menjadi sangat dibutuhkan.
Pelatihan financial risk management ini, didesain demi menjembatani business atau finance professional untuk memahami teknik pengelolaan risiko financial mulai dari mengidentifikasikan hingga mengelolanya.

Tujuan Pelatihan:

  • Memahami factor penyebab resiko financial dan bagimana mengelola resiko financial
  • Mengidentifikasikan dan mengevaluasi resiko financial apa saja yang dihadapi perusahaan
  • Membangun renacana untuk mitigating resiko financial
  • Memahami, mengukur dan mengelola resiko yang berkaitan dengan global financial risk
  • Mempelajari “best practice” financial risk management

Metode Pelatihan

  • Pelatihan menggunakan metode ceramah dalam memahami konsep, dan latihan/studi kasus dalam mendalami teknik aplikasinya.
  • Pada sessi terakhir para peserta akan membuat action plan untuk menentukan rencana yang akan diterapkan setelah kembali ke dunia kerja

Pokok-Pokok Bahasan

  1. What is Financial Risk Management?
    • Understand the financial risk management process
    • How to identify key factors that affect interest rates, exchange rates, and commodity prices
    • The impact of history on financial markets
  2. Identifying Major Financial Risks
    • Evaluate the various financial risks that affect most organizations
    • How key market risks arise, such as interest rate risk, foreign exchange risk, and commodity price risk
    • The impact of related risks such as credit risk, operational risk, and systemic risk
  3. Interest Rate Risk
    • Identify opportunities to reduce interest rate exposure
    • Evaluate ways to manage interest rate risk with forward rate agreements, futures, and swaps
    • Assess the use of interest rate options
  4. Foreign Exchange Risk
    • Assess ways to reduce foreign exchange exposure through rearranging business processes
    • Compare foreign exchange hedging strategies
    • Evaluate the risks associated with specific derivatives products and strategies
  5. Liquidity Risk
    • Identify the major sources of liquidity risk
    • Identify common methods for managing liquidity risk
  6. Credit Risk
    • Identify the major sources of credit and counterparty risk
    • Identify common methods for managing credit risk
    • Understand the basic types of credit derivatives
  7. Commodity Risk
    • Aspects of commodity-related risks
    • Evaluate basic forward and futures strategies for managing commodity risk
    • Identify additional strategies for managing commodity price risk
  8. Risk Management Framework: Policy and Hedging
    • Comment on the importance of financial risk management policy
    • Develop an organizational profile to support risk management policy
    • Evaluate opportunities to develop or refine a risk management policy
  9. Measuring Risk
    • Differentiate between measures of exposure and measures of risk
    • Consider the strengths and weaknesses of risk measurement methodologies
    • Identify alternative strategies for estimating risks
  10. Global Initiatives in Financial Risk Management
    • Understand the challenges that exist in financial risk management
    • Identify initiatives for reducing risk in key areas such as settlements, trading, and payments
    • Appreciate the significance of accounting and regulatory initiatives
    • Evaluate how changes in capital adequacy can reduce systemic risk

Related Topics:

Informasi & Registrasi:

  • Untuk keterangan selengkapnya (termasuk biaya dan jadwal pelaksanaan) silahkan dilihat/unduh brosurnya di <Financial Risk Management.
  • Untuk pendaftaran silahkan download Registration Information dan kirim kembali via email atau fax setelah diisi dengan lengkap.
  • Bila membutuhkan pelatihan dalam bentuk Inhouse Training silakan download IHT Request Form dan dikirim kembali kepada kami melalui Fax/email setelah diisi dengan lengkap.
  • Anda juga dapat menghubungi langsung penyelenggaranya melalui Tel/SMS/Fax yang tercantum di brosur atau email: beproseminars<at>gmail.com
Read More